Stadion kamal Djunaedi Jepara berlokasi dijJepara. Berkapasitas 15000 orang dengan ukuran lapangan 105*68 M dengan biaya pembangunan 2 Milyar Rupiah. Stadion ini dulunya adalah sebagai markas Persijap Jepara untuk melakukan pertandingan sepak bola tetapi sekarang tidak digunakan karena Persijap berpindah ke stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.
Sejarah nama stadion Kamal Djunaedi Jepara bermula dari nama seorang penjaga gawang Persijap Jepara. Dulu di Salatiga pada Agustus 1973 diadakan pertandingan sepak bola memperebutkan piala Makutarama. Di partai final ini ada dua kesebelasan yang saqling bertemu yaiu Persijap Jepara dan Persipa Pati. Kedua tim ini sangat berjuang keras untuk bisa memenangkan pertandingan dan bisa membawa piala Makutarama.
Wasit Dardiri sebagai pemimpin pertandingan antara Perijap Jepara dan Persipa Pati. Pada babak pertama dimulainya pertandingan cuaca begitu cerah dan tidak ada hujan. Kamal Djunaedi adalah kiper Persijap Jepara, dia ber4main sangat bagus dan pada babak pertama tendangannya sangat keras menuju ke gawang Persipa yang mengakibatkan bola masuk ke gawang lawan, skor 1-0 ini berakhir sampai menit ke 45 babak pertama berakhir.
Pada babak ke dua dimulai langit mulai tertutup mendung, hujan mulai turun dan suara halilintar mulai terdengar. Pada saat itu di tengah lapangan terlihat api. Wasit Dardiri dan hampir semua pemain persijap yang dilapangan terjatuh. Tubuh Kamal Djunaedi terlihat mengepulkan asap, pakaian, kaos, sepatu yang dikenakannya terbakar oleh api. Tujuh orang pemain Persijap terkena luka bakar yang serius dan Kamal Djuanedi meninggal di lapangan.
Dengan kejadian itersebut Persijap Jepara dinyatakan sebagai pemenang dan memboyong piala Makutarama de3ngan skor 1-0 untuk Persikjap Jepara. Kemudian stadion di Jepara dinamakan Stadion Kamal Djunaedi untuk mengenang pengorbanan, prestasi yang telah diberikan untuk masyarakat Jepara.
Satdion Gelora Bumi Kartini Jepran terletak di desa Ujung Batu Jepara, stadion ini memiliki kapasitas kursi 25000 dengan ukuran lapangan 105*68 M, permukanan rumput bermuda dan biaya pembangunannya 12 Milyar Rupiah.
Stadion Gelora Bumi Kartini merupakan markas besar Persijap Jepara yang digunakan untuk melakukan pertandingan sepak bola. Stadion ini memilki banyak fungsi yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat Jepara.
Disekitar Gelora Bumi Kartini terdapat taman hutan kota,tempat ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Jepra untuk bersatai atau untuk nongkrong anak muda. Didepan stadion terdapat tugu kendi, terdapat air mancur dan lampu yang menerangi kolam tersebut.
Atap tribun utama berbentuk kapal yang melambangkan kejayaan kerajaaan Kalinyamat. Warna stadion dipilih menggunakan warna biru yang melambangkan pelabuhan dimasa kerajaan kalingga, juga angkatan laut yang telah berhasil mengusir penjajah portugis dari malaka
Sejarah nama stadion Kamal Djunaedi Jepara bermula dari nama seorang penjaga gawang Persijap Jepara. Dulu di Salatiga pada Agustus 1973 diadakan pertandingan sepak bola memperebutkan piala Makutarama. Di partai final ini ada dua kesebelasan yang saqling bertemu yaiu Persijap Jepara dan Persipa Pati. Kedua tim ini sangat berjuang keras untuk bisa memenangkan pertandingan dan bisa membawa piala Makutarama.
Wasit Dardiri sebagai pemimpin pertandingan antara Perijap Jepara dan Persipa Pati. Pada babak pertama dimulainya pertandingan cuaca begitu cerah dan tidak ada hujan. Kamal Djunaedi adalah kiper Persijap Jepara, dia ber4main sangat bagus dan pada babak pertama tendangannya sangat keras menuju ke gawang Persipa yang mengakibatkan bola masuk ke gawang lawan, skor 1-0 ini berakhir sampai menit ke 45 babak pertama berakhir.
Pada babak ke dua dimulai langit mulai tertutup mendung, hujan mulai turun dan suara halilintar mulai terdengar. Pada saat itu di tengah lapangan terlihat api. Wasit Dardiri dan hampir semua pemain persijap yang dilapangan terjatuh. Tubuh Kamal Djunaedi terlihat mengepulkan asap, pakaian, kaos, sepatu yang dikenakannya terbakar oleh api. Tujuh orang pemain Persijap terkena luka bakar yang serius dan Kamal Djuanedi meninggal di lapangan.
Dengan kejadian itersebut Persijap Jepara dinyatakan sebagai pemenang dan memboyong piala Makutarama de3ngan skor 1-0 untuk Persikjap Jepara. Kemudian stadion di Jepara dinamakan Stadion Kamal Djunaedi untuk mengenang pengorbanan, prestasi yang telah diberikan untuk masyarakat Jepara.
Satdion Gelora Bumi Kartini Jepran terletak di desa Ujung Batu Jepara, stadion ini memiliki kapasitas kursi 25000 dengan ukuran lapangan 105*68 M, permukanan rumput bermuda dan biaya pembangunannya 12 Milyar Rupiah.
Stadion Gelora Bumi Kartini merupakan markas besar Persijap Jepara yang digunakan untuk melakukan pertandingan sepak bola. Stadion ini memilki banyak fungsi yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat Jepara.
Disekitar Gelora Bumi Kartini terdapat taman hutan kota,tempat ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Jepra untuk bersatai atau untuk nongkrong anak muda. Didepan stadion terdapat tugu kendi, terdapat air mancur dan lampu yang menerangi kolam tersebut.
Atap tribun utama berbentuk kapal yang melambangkan kejayaan kerajaaan Kalinyamat. Warna stadion dipilih menggunakan warna biru yang melambangkan pelabuhan dimasa kerajaan kalingga, juga angkatan laut yang telah berhasil mengusir penjajah portugis dari malaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar