Pesta lomban atau juga disebut bakdalomban atau bakda kupat. Pesta lomban adalah pesta dimana nelayan mengadakan lomba-lomba seperti pesta 17 agustus. Pesta lomban diadakan pada tanggal 8 Syawal atau seminggu setelah Idul Fitri.
Kebiasaan di Jepara pada pesta lomban selalu identik dengan ketupat dan lepet. # hari menjelang lomban banyak di pasar tradisional yang menjual janus untuk membuat ketupat dan lepet serta ayam opor untuk lauknya. Pada tanggal 8 Syawal jam 06.00 pagi hari di Masjid dan Mushola di Jepara mengadakan doa kirim kubur dengan membawa ketupat dan lepet untuk dihidangakan bersama-sama
Pesta lomban ini dipimpin oleh Bupati Jepara dan diikuti oleh Pejabat Kabupaten Jepara serta masyarakat Jepara. Se3belum dimulai sore hari akan diadakan ziarah ke makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo, malam harinya diadakan wayang semalam suntuk di TPU Ujung Batu Jepara.
Pada hari pesta lomban pagi harinya diadakan upacara pelepasan sesaji yaitu "Larung" kepala kerbau ke tengah lautan. Upacara pelarungan ini se3bagai ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rizki kepada nelayan dan berharap mendapatkan berkah.
Tradisi persta lomban ini sangat mengandung arti bagi masyarakat Jepara yaitu menjunjung tinggi tradisi dan melestarikan budaya, kegotong-royongan dan ajang untuk bersilaturahmi antar keluarga.
Kebiasaan di Jepara pada pesta lomban selalu identik dengan ketupat dan lepet. # hari menjelang lomban banyak di pasar tradisional yang menjual janus untuk membuat ketupat dan lepet serta ayam opor untuk lauknya. Pada tanggal 8 Syawal jam 06.00 pagi hari di Masjid dan Mushola di Jepara mengadakan doa kirim kubur dengan membawa ketupat dan lepet untuk dihidangakan bersama-sama
Pesta lomban ini dipimpin oleh Bupati Jepara dan diikuti oleh Pejabat Kabupaten Jepara serta masyarakat Jepara. Se3belum dimulai sore hari akan diadakan ziarah ke makam Cik Lanang dan Mbah Ronggo, malam harinya diadakan wayang semalam suntuk di TPU Ujung Batu Jepara.
Pada hari pesta lomban pagi harinya diadakan upacara pelepasan sesaji yaitu "Larung" kepala kerbau ke tengah lautan. Upacara pelarungan ini se3bagai ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rizki kepada nelayan dan berharap mendapatkan berkah.
Tradisi persta lomban ini sangat mengandung arti bagi masyarakat Jepara yaitu menjunjung tinggi tradisi dan melestarikan budaya, kegotong-royongan dan ajang untuk bersilaturahmi antar keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar